THE HANDS RESIST HIM
Dalam lukisan ini di gambarkan kakak laki-laki dan adik perempuan dimana banyak tangan sedang mencoba untuk keluar di balik pintu, hanya sebuah kaca rapuh yang menahan keberadaan mereka.
Di katakan bahwa anak kecil pada lukisan ini bergerak pada malam hari bahkan berkelahi.
THE CRYING BOY
Sang pelukis mengekspresikan kesedihan mendalam pada lukisan anak ini, dimana tidak ada seorang pun yang dapat menahan emosinya ketika melihat tangisan anak kecil ini.
Lukisan ini terkenal akan berbagai legenda dimana kebakaran dan kematian menghantui lukisan ini, bahkan lukisan ini terkenal terkutuk dimana terjadi kebakaran pada gedung dimana lukisan ini di pamerkan.
THE SCREAM
Di kabarkan bahwa orang-orang merasa sakit, bahkan merasa depresi ketika mendalami lukisan ini. Bahkan di katakan bahwa lukisan ini membawa ketidak beruntungan kepada orang yang menyentuk atau menjatuhkan lukisan ini.
POGO THE CLOWN

Dalam lukisan ini di gambarkan ego dari gacy, dimana gacy sendiri memakai pakaian badut yaitu sebagai Pogo.

- Pelukis: Affandi
- Tahun karya: 1981
- Judul : 'Kebun Cengkeh'
- Media : Oil on Canvas
Sebuah karya
seni kelas tinggi dari sang pelukis maestro Affandi, melukiskan sebuah
pemandangan alam perkebunan cengkeh, area perkebunan berbukit yang masih alami
nampak terlukis apa adanya dari alam, untuk menghidupkan suasana pada lukisan,
dihadirkanya figur manusia sebagai obyek pendukung namun adalah inti dari
lukisan, yang menunjukan adanya aktifitas kehidupan yang menyatu dengan alam.
Ekspresi goresan khas Affandi terlihat unik, yang menjadikan lukisan ini
istimewa.
Seperti pada
kebanyakan lukisan Affandi yang selalu menempatkan Matahari sebagai bagian dari
obyek utama, namun dalam lukisan ini, penempatan matahari nampak unik, seolah
sang pelukis mengambil perspektif posisi dibalik matahari, sehingga nampak
dalam lukisan matahari tidak di balik bukit, melainkan nampak diatas bukit dan
menutupi bukit, keunikan ini mungkin hanya dimiliki oleh Affandi, sebagai cara
sudut pandang dia dalam ber ekspresi, dimana kualitas imajinasinya sebagai
seorang pelukis maestro ternama.
- Pelukis: Affandi
- Tahun karya: 1979
- Judul : 'Ayam tarung'
- Media : Oil on Canvas
Lukisan
bertema ayam tarung merupakan salah satu tema kesukaan Affandi, sehingga beliau
membuat beberapa karya lukisan bertema Ayam tarung dalam versi yang berbeda,
ada lebih dari 10 versi lukisan ayam tarung karya Affandi, salah satunya adalah
lukisan Ayam Tarung berikut ini.
Melukiskan
sebuah pertarungan ayam yang sengit, antara Ayam jago berwarna putih ke emasan dan
Ayam jago berwarna hitam ke emasan, yang merupakan simbol pertarungan antara
kejahatan dan kebenaran, itulah yang terjadi dalam kehidupan, dalam setiap diri
manusia, dimana setiap waktu selalu dihadapkan antara dua pilihan baik dan
buruk, selalu terjadi pertarungan antara keduanya, adakalanya kebenaran harus
tersingkirkan, adakalanya kejahatan harus terhapuskan, namun yang pasti
kebenaran akan selalu menang pada akhirnya.
Ayam Tarung
atau adu ayam merupakan salah satu tradisi rakyat khusunya jawa yang menjadi
hiburan rakyat, dan sekaligus menjadi ajang arena pertaruhan, hanya ayam-ayam
kuat terpilih yang masuk dalam arena pertarungan ini, dan ayam terbaik yang
akan memenangkan pertarungan sengit ini, untuk menjadi sang Jawara.
Dua ayam
dalam lukisan ini adalah ayam-ayam terbaik yang bertarung dengan sengit, hidup
dan mati, untuk menentukan siapa yang menjadi Jawara sejati.
- Pelukis : Afandi
- Tahun karya: 1971
- Judul :'Perahu dan Matahari'
- Media : Oil on Canvas
Lukisan “Perahu dan Matahari (Badai pasti berlalu)” memiliki makna dan
falsafah kehidupan yang dalam, ada pembelajaran yang tinggi dari Lukisan ini.
Makna lukisan mengisahkan perjuangan
manusia mengarungi samudera luas untuk mencapai suatu tempat yang dituju, dan
dalam perjalanan tersebut banyak sekali rintangan, mulai dari ombak badai yang
kecil hingga besar, namun setelah ombak dan badai berlalu, secercah matahari
memberikan sinarnya, membawa mereka hingga suatu tempat tujuan yang mereka
inginkan. Dari kisah mereka bisa diambil falsafah kehidupan, dimana mereka
berhasil mengarungi samudera luas, karena memiliki sebuah tujuan pasti dan
keinginan yang besar untuk meraih apa yang mereka inginkan, mereka gigih
berusaha dan tidak pernah menyerah, mereka tidak perduli sebanyak apapun ,
sebesar apapun badai dan ombak menghadang, mereka menghadapinya, karena ombak
dan badai pasti akan berlalu, berganti dengan indahnya sinar matahari, menuju
tempat impian mereka.
Begitu juga makna dalam kehidupan,
manusia seperti mengarungi sebuah samudera kehidupan, Manusia disimbolkan
dengan Perahu, harapan disimbolkan dengan Matahari, Kehidupan disimbolkan
dengan lautan Samudera, rintangan, masalah, ujian dalam kehidupan disimbolkan
dengan ombak dan badai. Setiap manusia memiliki arah tujuan kehidupanya
masing-masing, bahkan memiliki cita-cita atau impianya masing-masing, hanya
manusia yang memiiliki arah tujuan hidup yang pasti, gigih berjuang dan tidak
pernah menyerah, yang akan bisa sampai pada suatu tempat kehidupan yang mereka
tuju, sesuai dengan yang mereka inginkan (sukses), meski badai dan ombak
kehidupan datang silih berganti, tidak pernah menyurutkan niat mereka untuk
mundur, lari atau bahkan menyerah. Mereka selalu mempunyai cercah harapan
diatas harapan yang disimbolkan dalam lukisan sebagai Matahari, mereka
mempunyai keyakinan akan apa yang mereka lakukan, bahwa badai dan gelombang
dalam perjalanan kehidupan mereka akan berlalu, mereka akan sampai pada suatu
tempat kehidupan seperti yang mereka inginkan, dan mereka yakin bahwa impian
mereka akan terwujud.
Mereka disebut sebagai pejuang
kehidupan, yang menjadi manusia hebat di masa depan, saat mereka sukses melalui
ombak dan badai kehidupan, dan bisa membuktikan bahwa mereka bisa, mereka akan
menjadi simbol manusia sukses untuk manusia yang lain.
Itulah makna falsafah kehidupan yang
dalam, yang dilukiskan oleh sang pelukis maestro legendaris Affandi dalam
sebuah karya seni tinggi bergaya abstrak.
Lukisan ini bisa menjadi inspirasi,
motivasi dan falsafah bagi anda para kolektor ataupun pecinta karya Lukisan
Maestro dalam kehidupan anda. Karena ada makna dan falsafah yang dalam dibalik
Lukisan ini, yang ingin disampaikan oleh Sang pelukis maestro.
- Pelukis : Afandi
- Tahun karya: 1981
- Judul : 'Sis Cut Sunflowers'
- Ukuran : 120cm X 88cm
- Media : Oil on Canvas
Enam Bunga Matahari yang mekar pada satu
pohon bunga matahari, disinari cahaya matahari terang, dominasi warna
kekuningan. Bunga Matahari dimaknai sebagai simbol harapan dan keindahan,
sebagaimana matahari yang selalu menyinari kehidupan, dan membuat Dunia penuh
warna. Lukisan Bunga matahari menjadi unik dan istimewa dalam gaya lukisan abstrak.
Keindahan bunga matahari telah menarik
daya imajinasi para pelukis besar, dan hampir semua pelukis pernah melukis
Bunga matahari, termasuk sang pelukis maestro Affandi, bahkan Van Gogh sang
pelukis maestro Dunia pun melukis beberapa versi berbeda dengan tema Bunga
Matahari.
- Pelukis : Afandi
- Tahun karya: 1980
- Judul : 'Barong & Leak'
- Media : Oil on Canvas
Lukisan bertema "Barong & Leak" termasuk dalam salah satu
tema seni budaya yang menginspirasi Affandi dalam menciptakan karya-karya
lukisanya, terbukti dengan kesukaanya melukis obyek Barong dan Leak, ada
beberapa versi karya lukisanya dengan tema Barong. Barong dan Leak merupakan
bagian seni kebudayaan dari Masyarakat Bali, "Barong" dalam filosofi
kehidupan sosial masyarakat Bali merupakan simbol kebaikan, dan
"Leak" merupakan simbol kejahatan, sehingga antara Barong dan Leak
adalah musuh sebagaimana bertolak belakangnya antara kebaikan dan kejahatan.
Seni pertunjukan kebudayaan "Barong & Leak" menjadi pesona
tersendiri dari keunikan masyarakat Bali, karena keunikan budaya dan nilai
tinggi filosifi kehidupanya, menjadikan "Barong & Leak" salah
satu inspirasi istimewa bagi Affandi dalam berkarya menciptakan lukisan-lukisan
bergaya abstrak bernilai seni tinggi.
- Pelukis : Afandi
- Tahun karya: 1963
- Judul :'Andong jogja'
- Media : Oil on Canvas
Melukiskan aktifitas para delman dengan Andong mereka, lalu lalang
melintasi jalan-jalan antar kampung mengantarkan penumpang, barang-barang
dagangan dan lainya, nuansa damai pedesaan dalam kehidupan bersahaja, menyentuh
Affandi untuk menuangkan inspirasinya diatas canvas dengan gaya lukisan abstrak
unik, kombinasi warna mengalir dan berpadu dengan sendirinya diatas canvas,
sapuan tangan sebagai pengganti kuas, goresan plototan cat langsung dari tube
nya, nampak lukisan abstrak dengan tekstur ekstrem, dan terciptalah lukisan
berjudul "Andong jogja" ini.
Andong merupakan sebuah alat transportasi tradisional berbentuk gerobak
yang ditarik oleh kuda, hingga saat ini Andong-andong tersebut masih digunakan
sebagai alat trasportasi dan wisata bagi masyarakat Jogja, dan Andong sendiri
menjadi salah satu ciri khas dari kota Jogjakarta.
- Pelukis : Afandi
- Tahun karya: 1971
- Judul :'Jatayu'
- Media : Oil on Canvas
"Jatayu" dalam cerita pewayangan jawa, merupakan nama burung yang
setia dalam pengabdian kepada sang tuanya "Ramayana", kehebatan
kesetiaan dan pengabdian Jatayu terkenal pada saat pertarunganya melawan
Rahwana, dalam menyelamatkan Dewi Shinta (Istri Ramayana) yang akan diculik
oleh Rahwana seorang Raja angkara murka, Jatayu rela mengorbankan jiwa raganya
demi menyelamatkan Dewi Shinta, hingga akhirnya Jatayu gugur dalam pertarungan
melawan Rahwana tersebut.
Cerita dari pengabdian
dan kesetiaan burung Jatayu telah menginspirasi Affandi untuk menciptakan
sebuah karya lukisan berjudul "Jatayu" dengan gaya abstrak yang
memukau, warna-warna berani, sesuai dengan keberanian sang Jatayu hingga titik
darah penghabisan.
- Pelukis: Affandi
- Tahun karya: 1959
- Judul :'kepala kuda'
- Media : Oil on Canvas
Nampak nuansa kesedihan dari lukisan bertema "kepala kuda" obyek
kuda dilukis close up, seolah Affandi ingin menyampaikan sebuah pesan
perenungan, dalam nuansa hening dari keremangan cahaya, terlihat tatapan mata
dari kuda yang sayu.
Dipilihnya kuda sebagai obyek dari karya lukisan ini, menjadikan pertanyaan
tersendiri, karena kuda sendiri merupakan simbol kegigihan, semangat dan
pantang menyerah, namun kenapa dalam lukisan ini terlihat sosok kuda yang
seolah bersedih dan merenung.
Lukisan ini dilukis pada Tahun 1959, dan pada masa tersebut masih merupakan
proses peralihan Beliau dari gaya lukisan realism menuju abstrak
(ekspresionism), nampak terlihat pada obyek kepala kuda yang masih semi
realist, dengan sedikit sentuhan pelototan cat khas







Komentar